REGULASI DAN PROSEDUR PENGADAAN BARANG DAN JASA
Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini yang semakin
pesat, hampir segala hal dapat dilakukan dengan online. Maka dari itu, banyak pula
bisnis yang dilakukan di dunia maya.
Dalam
menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan logistik, peralatan dan
jasa yang menunjang optimalnya kerja suatu instansi. Aktivitas pengadaan tidak
terbatas pada proses pengadaan, namun cakupan aktivitas pengadaan meliputi lima
kegiatan utama, yaitu rencana pengadaan, proses pengadaan, penerimaan dan
penyimpanan, serta pemakaian dan manajemen aset, dan tiga transaksi, yaitu
transaksi pembelian barang/jasa (kontrak), transaksi penerimaan barang/jasa,
dan transaksi pengeluaran atau penggunaan barang/jasa.
Dari sekian banyak bisnis TIK yang dapat dilakukan
secara online, yang menarik minat saya adalah untuk membuat bisnis toko buku
online, dimana saya dapat menjual buku-buku secara online. Karena dapat sangat memangkas
biaya yang dibutuhkan dibandingkan dengan toko buku offline.
Pengadaan buku-buku yang akan dijual, dilakukan melalui
kerjasama dengan beberapa penerbit dan juga distributor buku impor. Sebelumnya
dilakukan dulu riset pasar untuk menentukan kira-kira buku apa yang gampang
laris di pasaran, karena biasanya orang membeli buku online ketika mereka
kesulitan menemukan buku di toko buku offline. Baru kemudian menghubungi
penerbit untuk mendapatkan pasokan buku. Melalui katalog yang didapatkan dari
penerbit, dipilih buku-buku yang akan dijual. Kemudian tidak lupa juga untuk
mendapatkan foto/cover buku dan juga informasi lengkap seputar buku tersebut
seperti harga buku, penulis, penerbit, ISBN, judul, synopsis, dan sebagainya.
Untuk tempat penyimpanan barang, pada tahap awal bisa disimpan di rumah, karena tentu stok buku tidak terlalu banyak.
Sumber informasi tentang penawaran atau peluang TIK
Untuk menyebarkan informasi dalam penawaran produk
online, bisa dilakukan secara online maupun offline.
Contoh pemasaran dengan cara offline misalnya dengan
mengadakan pameran/membuka stan penjualan di sekolah, kampus, atau
tempat-tempat lainnya. Atau bisa juga promosi melalui media cetak seperti
Koran, majalah, brosur, pamphlet, baligo, dan sebagainya.
Selain itu juga bisa masuk ke komunitas pecinta buku. Bergabung di komunitas fans penulis/penggemar buku tertentu. Aktif dalam komunitas tersebut, dan perlahan-lahan promosikan juga toko buku online.
Untuk promosi online,
bisa memanfaatkan media social, blog, iklan di internet ataupun sarana
pemasaran lainnya. Manfaatkan media social seperti Facebook, Twitter ataupun
instagram untuk memajang buku-buku yang ditawarkan. Saat mengunggah produk
cantumkan juga hastag yang berkaitan seperti kata kunci buku tersebut, untuk
memudahkan pelanggan dalam menemukan produk.
Gambaran modal yang
diperlukan untuk membuat bisnis toko buku online ini jika diuraikan secara
umum, diantaranya adalah :
-
Modal untuk pembuatan dan pengembangan website.
-
Modal untuk stok buku.
-
Modal untuk promosi toko.
-
Modal untuk membayar gaji karyawan.
Pembuatan website
diusahakan dibuat sendiri, sehingga hanya perlu dana untuk sewa hosting (server
web) dan domain (alamat website). Harga sewa domain .com biasanya sekitar 100 –
130 ribu Rupiah per tahun. Sedangkan untuk biaya sewa hosting, ini tergantung
paket yang digunakan. Untuk tahap awal, Anda bisa menyiapkan anggaran sekitar
500 ribu – 1 juta Rupiah per tahun untuk sewa hosting. Jadi,
jika membuat website sendiri, maka modal yang dibutuhkan sekitar 1 – 1,5
juta per tahun.
Kemudian modal untuk stok buku, tergantung dari seberapa banyak buku yang
ingin distok. Untuk para penjual, biasanya pihak distributor/penerbit bisa
memberikan diskon. Besarnya diskon bisa berkisar antara 20 – 45 %. Misalkan
ingin menyetok buku sebanyak 100 judul, dengan masing-masing judul 5 buku, maka
total membeli 500 buku. Jika harga rata-rata per buku (yang sudah
didiskon) adalah 35 ribu Rupiah, maka total dana yang harus disiapkan
adalah 17,5 juta Rupiah.
Untuk meminimalkan modal, maka bisa dilakukan kerja sama dengan sistem konsinyasi. Jadi, pesan dulu bukunya dari penerbit. Lalu, baru melakukan pembayaran ketika buku tersebut sudah terjual.
Untuk meminimalkan modal, maka bisa dilakukan kerja sama dengan sistem konsinyasi. Jadi, pesan dulu bukunya dari penerbit. Lalu, baru melakukan pembayaran ketika buku tersebut sudah terjual.
Cara lain adalah pesan bukunya ke penerbit ketika ada customer
yang memesan. Jadi, pajang penawaran buku di toko online, ketika customer
memesan, barulah dilakukan pemesanan ke penerbit.
Jika diterapkan cara konsinyasi atau cara pesan nanti,
maka tidak butuh modal awal untuk menyetok buku.
Kemudian modal untuk promosi. Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan promosi secara gratis, seperti dengan memanfaatkan akun media social facebook, twitter, line, dan sebagainya.
Namun jika ingin menggunakan iklan, untuk tahap awal
bisa menganggarkan 1-2 juta rupiah per bulan untuk biaya promosi.
Selanjutnya adalah modal untuk gaji karyawan. Untuk menghemat anggaran, untuk tahap awal sebenarnya bisa dilakukan sendiri mulai dari pembuatan website, pemesanan produk, pengemasan produk hingga pengiriman. Namun jika terlalu kewalahan, bisa menyewa karyawan. Besar gaji karyawan disesuaikan dengan upah minimum regional di tempat tinggal.
Jika semua dirangkum, untuk memulai bisnis toko buku online bisa dimulai dengan modal awal 1-2 juta rupiah.
Kebutuhan Dokumen yang Tertuang dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja) atau TOR (Term of Reference) atau Bidding Document
Kerangka Acuan Kerja atau disingkat KAK adalah acuan
dalam setiap pengadaan barang atau jasa yang terdiri atas:
1. Uraian kegiatan yang dilaksanakan, yaitu latar
belakang, maksud dan tujuan, lokasi kegiatan, sumber pendanaan, serta
jumlah tenaga yang diperlukan;
2. Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan
kegiatan atau pekerjaan tersebut mulai dari pengumuman, rencana pengadaan
sampai dengan penyerahan barang atau jasa;
3. Spesifikasi teknis barang atau jasa yang diadakan
4. Besarnya total perkiraan biaya pekerjaan termasuk
kewajiban pajak yang harus dibebankan pada kegiatan tersebut.
Istilah lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan
KAK adalah Term Of Reference (TOR). KAK dan RAB merupakan dokumen awal yang
disusun untuk penganggaran tahunan dan termasuk dalam dokumen anggaran
K/L/D/I.
Beberapa masalah yang bisa menyebabkan proses pengadaan
menjadi kacau balau, yaitu identifikasi kebutuhan yang tidak tersampaikan
secara jelas dan dipahami secara mendalam (detail) serta dituliskan secara
terukur. Proses penyusunan KAK berhenti hanya sebatas pemenuhan persyaratan
administratif dalam penganggaran.
Komentar
Sebenarnya banyak sekali bisnis yang berkaitan dengan
TIK. Apapun bisnisnya, jika telah direncanakan secara matang berikut dengan
segala pertimbangan baik dan buruknya, kemudian dikerjakan secara optimal, maka
kemungkinan suksesnya lebih besar.
Saya tertarik untuk membuat bisnis toko buku online ini
karena menggunakan teknologi internet dalam pemasarannya sehingga tidak perlu
menyediakan tempat untuk membuka toko buku. Kemudian juga tingkat pengguna
internet sangatlah tinggi sehingga peluang menarik customer juga tinggi. Selain
itu juga ruang untuk memajang buku tidak terbatas dan customer lebih mudah untuk
melakukan pencarian.
Kendala yang paling besar dari usaha online adalah
tingkat kepercayaan masyarakat yang masih cukup rendah, sehingga belum semua
orang tertarik untuk membeli buku secara online dan lebih memilih dating langsung
ke toko buku. Selain itu, sekarang juga sudah banyak buku-buku yang yang
diakses melalui media elektronik berupa e-book, sehingga mengurangi pembaca
buku fisik.
Sumber :