Rabu, 27 Desember 2017

Rencana Bisnis TIK (Toko Buku Online)


REGULASI DAN PROSEDUR PENGADAAN BARANG DAN JASA

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini yang semakin pesat, hampir segala hal dapat dilakukan dengan online. Maka dari itu, banyak pula bisnis yang dilakukan di dunia maya.
Dalam menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan logistik, peralatan dan jasa yang menunjang optimalnya kerja suatu instansi. Aktivitas pengadaan tidak terbatas pada proses pengadaan, namun cakupan aktivitas pengadaan meliputi lima kegiatan utama, yaitu rencana pengadaan, proses  pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, serta pemakaian dan manajemen aset, dan tiga transaksi, yaitu transaksi pembelian barang/jasa (kontrak), transaksi penerimaan barang/jasa, dan transaksi pengeluaran atau penggunaan barang/jasa.

Dari sekian banyak bisnis TIK yang dapat dilakukan secara online, yang menarik minat saya adalah untuk membuat bisnis toko buku online, dimana saya dapat menjual buku-buku secara online. Karena dapat sangat memangkas biaya yang dibutuhkan dibandingkan dengan toko buku offline.

Pengadaan buku-buku yang akan dijual, dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa penerbit dan juga distributor buku impor. Sebelumnya dilakukan dulu riset pasar untuk menentukan kira-kira buku apa yang gampang laris di pasaran, karena biasanya orang membeli buku online ketika mereka kesulitan menemukan buku di toko buku offline. Baru kemudian menghubungi penerbit untuk mendapatkan pasokan buku. Melalui katalog yang didapatkan dari penerbit, dipilih buku-buku yang akan dijual. Kemudian tidak lupa juga untuk mendapatkan foto/cover buku dan juga informasi lengkap seputar buku tersebut seperti harga buku, penulis, penerbit, ISBN, judul, synopsis, dan sebagainya.

Untuk tempat penyimpanan barang, pada tahap awal bisa disimpan di rumah, karena tentu stok buku tidak terlalu banyak.

Sumber informasi tentang penawaran atau peluang TIK

Untuk menyebarkan informasi dalam penawaran produk online, bisa dilakukan secara online maupun offline.
Contoh pemasaran dengan cara offline misalnya dengan mengadakan pameran/membuka stan penjualan di sekolah, kampus, atau tempat-tempat lainnya. Atau bisa juga promosi melalui media cetak seperti Koran, majalah, brosur, pamphlet, baligo, dan sebagainya.

Selain itu juga bisa masuk ke komunitas pecinta buku. Bergabung di komunitas fans penulis/penggemar buku tertentu. Aktif dalam komunitas tersebut, dan perlahan-lahan promosikan juga toko buku online.
Untuk promosi online, bisa memanfaatkan media social, blog, iklan di internet ataupun sarana pemasaran lainnya. Manfaatkan media social seperti Facebook, Twitter ataupun instagram untuk memajang buku-buku yang ditawarkan. Saat mengunggah produk cantumkan juga hastag yang berkaitan seperti kata kunci buku tersebut, untuk memudahkan pelanggan dalam menemukan produk.
Gambaran modal yang diperlukan untuk membuat bisnis toko buku online ini jika diuraikan secara umum, diantaranya adalah :
-      Modal untuk pembuatan dan pengembangan website.
-      Modal untuk stok buku.
-      Modal untuk promosi toko.
-      Modal untuk membayar gaji karyawan.
Pembuatan website diusahakan dibuat sendiri, sehingga hanya perlu dana untuk sewa hosting (server web) dan domain (alamat website). Harga sewa domain .com biasanya sekitar 100 – 130 ribu Rupiah per tahun. Sedangkan untuk biaya sewa hosting, ini tergantung paket yang digunakan. Untuk tahap awal, Anda bisa menyiapkan anggaran sekitar 500 ribu – 1 juta Rupiah per tahun untuk sewa hosting. Jadi, jika membuat website sendiri, maka modal yang dibutuhkan sekitar 1 – 1,5 juta per tahun.
Kemudian modal untuk stok buku, tergantung dari seberapa banyak buku yang ingin distok. Untuk para penjual, biasanya pihak distributor/penerbit bisa memberikan diskon. Besarnya diskon bisa berkisar antara 20 – 45 %. Misalkan ingin menyetok buku sebanyak 100 judul, dengan masing-masing judul 5 buku, maka total membeli 500 buku. Jika harga  rata-rata per buku (yang sudah didiskon) adalah 35 ribu Rupiah, maka total dana yang  harus disiapkan adalah 17,5 juta Rupiah. 

Untuk meminimalkan modal, maka bisa dilakukan kerja sama dengan sistem konsinyasi. Jadi, pesan dulu bukunya dari penerbit. Lalu, baru melakukan pembayaran ketika buku tersebut sudah terjual.
Cara lain adalah pesan bukunya ke penerbit ketika ada customer yang memesan. Jadi, pajang penawaran buku di toko online, ketika customer memesan, barulah dilakukan pemesanan ke penerbit.
Jika diterapkan cara konsinyasi atau cara pesan nanti, maka tidak butuh modal awal untuk menyetok buku.

Kemudian modal untuk promosi. Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan promosi secara gratis, seperti dengan memanfaatkan akun media social facebook, twitter, line, dan sebagainya.
Namun jika ingin menggunakan iklan, untuk tahap awal bisa menganggarkan 1-2 juta rupiah per bulan untuk biaya promosi.

Selanjutnya adalah modal untuk gaji karyawan. Untuk menghemat anggaran, untuk tahap awal sebenarnya bisa dilakukan sendiri mulai dari pembuatan website, pemesanan produk, pengemasan produk hingga pengiriman. Namun jika terlalu kewalahan, bisa menyewa karyawan. Besar gaji karyawan disesuaikan dengan upah minimum regional di tempat tinggal.

Jika semua dirangkum, untuk memulai bisnis toko buku online bisa dimulai dengan modal awal 1-2 juta rupiah.

Kebutuhan Dokumen yang Tertuang dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja) atau TOR (Term of Reference) atau Bidding Document

Kerangka Acuan Kerja atau disingkat KAK adalah acuan dalam setiap pengadaan barang atau jasa yang terdiri atas:

1. Uraian kegiatan yang dilaksanakan, yaitu latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi kegiatan, sumber pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan;
2. Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan atau pekerjaan tersebut mulai dari pengumuman, rencana pengadaan sampai dengan penyerahan barang atau jasa;
3. Spesifikasi teknis barang atau jasa yang diadakan
4. Besarnya total perkiraan biaya pekerjaan termasuk kewajiban pajak yang harus dibebankan pada kegiatan tersebut.

Istilah lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan KAK adalah Term Of Reference (TOR). KAK dan RAB merupakan dokumen awal yang disusun untuk penganggaran tahunan dan termasuk dalam dokumen anggaran K/L/D/I. 
Beberapa masalah yang bisa menyebabkan proses pengadaan menjadi kacau balau, yaitu identifikasi kebutuhan yang tidak tersampaikan secara jelas dan dipahami secara mendalam (detail) serta dituliskan secara terukur. Proses penyusunan KAK berhenti hanya sebatas pemenuhan persyaratan administratif dalam penganggaran.

Komentar

Sebenarnya banyak sekali bisnis yang berkaitan dengan TIK. Apapun bisnisnya, jika telah direncanakan secara matang berikut dengan segala pertimbangan baik dan buruknya, kemudian dikerjakan secara optimal, maka kemungkinan suksesnya lebih besar.

Saya tertarik untuk membuat bisnis toko buku online ini karena menggunakan teknologi internet dalam pemasarannya sehingga tidak perlu menyediakan tempat untuk membuka toko buku. Kemudian juga tingkat pengguna internet sangatlah tinggi sehingga peluang menarik customer juga tinggi. Selain itu juga ruang untuk memajang buku tidak terbatas dan customer lebih mudah untuk melakukan pencarian.

Kendala yang paling besar dari usaha online adalah tingkat kepercayaan masyarakat yang masih cukup rendah, sehingga belum semua orang tertarik untuk membeli buku secara online dan lebih memilih dating langsung ke toko buku. Selain itu, sekarang juga sudah banyak buku-buku yang yang diakses melalui media elektronik berupa e-book, sehingga mengurangi pembaca buku fisik.

Sumber :

Sikap Hidup dalam Menghadapi Cobaan

Cobaan dan hidup adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jadi selama kita hidup di dunia ini maka masalah akan terus datang silih berganti tanpa bisa dihindari.
Ada cobaan yang besar, ada juga cobaan kecil. Besar kecil suatu cobaan memiliki ukuran yang relatif, artinya kita tidak bisa mengatakan suatu cobaan itu mudah kepada orang lain, karena bisa jadi hal itu sangatlah berat bagi mereka. Tentu saja banyak orang lain yang mungkin memiliki masalah yang lebih berat daripada masalah yang kita hadapi, tapi tentu saja itu berbeda. Membanding-bandingkan cobaan sendiri dengan orang lain tidak selalu menjadi solusi. Karena kembali lagi bahwa kekuatan seseorang dalam menghadapi cobaan itu berbeda-beda, hanya karena masalah orang lain terlihat lebih berat, tidak menjadikan masalah kita ringan.

Beberapa hal yang mungkin membantu saat menghadapi cobaan diantaranya,
Pertama, tentu saja kembali kepada sang pencipta. Karena Dia yang telah mendatangkan cobaan, tentu Dia pula yang memiliki solusinya. Maka berserah dirilah kepada-Nya, tawakal dan percaya bahwa Allah tidak menurunkan cobaan diluar batas kemampuan. Jadi jika suatu cobaan menimpa, maka itu artinya Allah yakin bahwa kita mampu menghadapinya.
Seperti yang tertulis di dalam Al-Qur'an, "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."( QS.94:5-6).

Tenangkan diri dan berpikirlah secara positif untuk memikirkan solusinya. Karena jika pikiran kita kacau, justru akan memperkeruh keadaan, jalan keluar pun rasanya jauh dan gelap, sehingga meskipun sebenarnya jalan itu sudah di depan mata kita tidak akan terlihat karena tidak mampu berpikir jernih. Selain itu pikiran yang negatif juga akan membuat masalah menjadi terasa lebih berat. Seperti misalnya seharusnya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mudah, namun karena pikiran pikiran negatif yang ada di kepala kita maka membuat kita berlarut-larut dalam kesedihan yang seolah tidak ada ujungnya.

Selanjutnya bersyukurlah, pikirkan lagi tentang hal-hal baik yang pernah terjadi, pikirkan orang-orang yang berharga bagi kita, betapa banyak nikmat yang telah Tuhan berikan selama ini. Jadikan saat cobaan datang ini menjadi kesempatan bagi kita untuk introspeksi diri, barangkali selama ini kita sering lalai untuk bersyukur terhadap Tuhan ketika hal-hal baik terjadi. Sehingga daripada menghabiskan waktu untuk menghitung berapa banyak kemalangan yang menimpa coba hitung juga berkah yang ada pada diri kita, mulai dari hal-hal kecil yang seperti kita yang memiliki mata yang masih dapat melihat, kaki yang masih kuat untuk berjalan, atau betapa cerah cuaca hari ini. lihatlah sekeliling dan diri kita sendiri, banyak sekali hal baik yang terjadi. Tidak semua orang dapat merasakan nikmat yang kita rasakan. Sesekali cobalah memandang ke bawah, mungkin hal itu akan membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Ceritakan pada orang lain. Seperti memikul sebuah beban yang berat, dengan membaginya dengan orang lain mungkin akan membuat beban itu terasa lebih ringan. Datanglah kepada orang yang dianggap dapat dipercaya dan ceritakan semua masalah yang dihadapi. Dengan bercerita pula kita akan tahu bagaimana sudut pandang orang lain dalam melihat cobaan tersebut, sehingga membuka lebih banyak peluang untuk menemukan solusinya. Memang terkadang ada hal-hal yang ingin disimpan sendiri, atau mungkin orang yang diceritakan juga tidak dapat membantu apa-apa. Tapi terkadang juga sebenarnya kita hanya butuh didengarkan, didengarkan dengan baik tanpa dihakimi. Membuat kita merasa dihargai dan dipedulikan. Meski seberat apapun cobaan yang dihadapi, kita dapat merasa bahwa masih ada orang lain yang memihak kita. Dengan begitu mungkin akan membuat pikiran kita lebih tenang dan optimis dalam menghadapi cobaan.

Tidak sepenuhnya cobaan itu buruk, selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Setiap kali kita berhasil melalui suatu cobaan, maka kita telah berhasil menjadi orang yang lebih baik lagi, ibaratnya naik ke level yang lebih tinggi. Karena dari sana kita menjadi belajar dan membentuk diri kita menjadi lebih kuat dan dewasa.
Ingatlah bahwa cobaan apapun itu pasti akan berakhir. Seperti kata pepatah, "These too shall pass", dan ini pun akan berlalu. kesedihan akan berganti kebahagiaan, pun kebahagiaan akan menemukan kesedihan. cobaan sebesar apapun pasti akan berakhir, maka janganlah terlalu bersedih hal itu terjadi. Begitu pula kebahagiaan, nikmatilah dengan sewajarnya, karena hal itu juga akan berlalu. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang abadi, pada akhirnya segalanya akan kembali kepada Alla SWT.