Rabu, 27 Desember 2017

Sikap Hidup dalam Menghadapi Cobaan

Cobaan dan hidup adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jadi selama kita hidup di dunia ini maka masalah akan terus datang silih berganti tanpa bisa dihindari.
Ada cobaan yang besar, ada juga cobaan kecil. Besar kecil suatu cobaan memiliki ukuran yang relatif, artinya kita tidak bisa mengatakan suatu cobaan itu mudah kepada orang lain, karena bisa jadi hal itu sangatlah berat bagi mereka. Tentu saja banyak orang lain yang mungkin memiliki masalah yang lebih berat daripada masalah yang kita hadapi, tapi tentu saja itu berbeda. Membanding-bandingkan cobaan sendiri dengan orang lain tidak selalu menjadi solusi. Karena kembali lagi bahwa kekuatan seseorang dalam menghadapi cobaan itu berbeda-beda, hanya karena masalah orang lain terlihat lebih berat, tidak menjadikan masalah kita ringan.

Beberapa hal yang mungkin membantu saat menghadapi cobaan diantaranya,
Pertama, tentu saja kembali kepada sang pencipta. Karena Dia yang telah mendatangkan cobaan, tentu Dia pula yang memiliki solusinya. Maka berserah dirilah kepada-Nya, tawakal dan percaya bahwa Allah tidak menurunkan cobaan diluar batas kemampuan. Jadi jika suatu cobaan menimpa, maka itu artinya Allah yakin bahwa kita mampu menghadapinya.
Seperti yang tertulis di dalam Al-Qur'an, "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."( QS.94:5-6).

Tenangkan diri dan berpikirlah secara positif untuk memikirkan solusinya. Karena jika pikiran kita kacau, justru akan memperkeruh keadaan, jalan keluar pun rasanya jauh dan gelap, sehingga meskipun sebenarnya jalan itu sudah di depan mata kita tidak akan terlihat karena tidak mampu berpikir jernih. Selain itu pikiran yang negatif juga akan membuat masalah menjadi terasa lebih berat. Seperti misalnya seharusnya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mudah, namun karena pikiran pikiran negatif yang ada di kepala kita maka membuat kita berlarut-larut dalam kesedihan yang seolah tidak ada ujungnya.

Selanjutnya bersyukurlah, pikirkan lagi tentang hal-hal baik yang pernah terjadi, pikirkan orang-orang yang berharga bagi kita, betapa banyak nikmat yang telah Tuhan berikan selama ini. Jadikan saat cobaan datang ini menjadi kesempatan bagi kita untuk introspeksi diri, barangkali selama ini kita sering lalai untuk bersyukur terhadap Tuhan ketika hal-hal baik terjadi. Sehingga daripada menghabiskan waktu untuk menghitung berapa banyak kemalangan yang menimpa coba hitung juga berkah yang ada pada diri kita, mulai dari hal-hal kecil yang seperti kita yang memiliki mata yang masih dapat melihat, kaki yang masih kuat untuk berjalan, atau betapa cerah cuaca hari ini. lihatlah sekeliling dan diri kita sendiri, banyak sekali hal baik yang terjadi. Tidak semua orang dapat merasakan nikmat yang kita rasakan. Sesekali cobalah memandang ke bawah, mungkin hal itu akan membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Ceritakan pada orang lain. Seperti memikul sebuah beban yang berat, dengan membaginya dengan orang lain mungkin akan membuat beban itu terasa lebih ringan. Datanglah kepada orang yang dianggap dapat dipercaya dan ceritakan semua masalah yang dihadapi. Dengan bercerita pula kita akan tahu bagaimana sudut pandang orang lain dalam melihat cobaan tersebut, sehingga membuka lebih banyak peluang untuk menemukan solusinya. Memang terkadang ada hal-hal yang ingin disimpan sendiri, atau mungkin orang yang diceritakan juga tidak dapat membantu apa-apa. Tapi terkadang juga sebenarnya kita hanya butuh didengarkan, didengarkan dengan baik tanpa dihakimi. Membuat kita merasa dihargai dan dipedulikan. Meski seberat apapun cobaan yang dihadapi, kita dapat merasa bahwa masih ada orang lain yang memihak kita. Dengan begitu mungkin akan membuat pikiran kita lebih tenang dan optimis dalam menghadapi cobaan.

Tidak sepenuhnya cobaan itu buruk, selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Setiap kali kita berhasil melalui suatu cobaan, maka kita telah berhasil menjadi orang yang lebih baik lagi, ibaratnya naik ke level yang lebih tinggi. Karena dari sana kita menjadi belajar dan membentuk diri kita menjadi lebih kuat dan dewasa.
Ingatlah bahwa cobaan apapun itu pasti akan berakhir. Seperti kata pepatah, "These too shall pass", dan ini pun akan berlalu. kesedihan akan berganti kebahagiaan, pun kebahagiaan akan menemukan kesedihan. cobaan sebesar apapun pasti akan berakhir, maka janganlah terlalu bersedih hal itu terjadi. Begitu pula kebahagiaan, nikmatilah dengan sewajarnya, karena hal itu juga akan berlalu. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang abadi, pada akhirnya segalanya akan kembali kepada Alla SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar