Jumat, 08 Mei 2015

Manusia dan Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan.

Jenis hukuman yang ditimpakan pada seseorang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh orang tersebut. mulai dari hukuman ringan seperti melakukan pekerjaan sosial sampai hukuman mati.

berikut ini saya akan memberikan contoh hukuman yang diterima oleh sesorang yang melanggar hukum di Indonesia.

Dia adalah Kusni Kasdut, penjahat legendaris Indonesia pada era 70-an yang dijatuhi hukuman mati karena melakukan tindak kejahatan yang sangat fatal pada masa itu.

Pada masanya Kusni kasdut adalah penjahat spesialis “barang antik” salah satunya yang paling spektakuler ia merampok Museum Nasional Jakarta. Dengan menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi (yang tentunya palsu), dia pada tanggal 31 Mei 1961 masuk ke Museum Nasional yang dikenal juga Gedung Gajah. Setelah melukai penjaga dia membawa lari 11 permata koleksi museum tersebut.
Pernah membunuh dan merampok seorang Arab kaya raya bernama Ali Badjened pada 1960-an. Kusni Kasdut dalam aksinya ditemani oleh Bir Ali. Ali Badjened dirampok sore hari ketika baru saja keluar dari kediamannya di kawasan, Awab Alhajiri. Dia meninggal saat itu juga akibat peluru yang ditembak dari jeep yang dibawa oleh Kusni Kasdut.

Kusni Kasdut sempat dijuluki “Robin Hood” Indonesia, karena ternyata hasil rampokannya sering di bagi – bagikan kepada kaum miskin.
Tangan kanan Kusni Kasdut adalah Bir Ali, anak Cikini Kecil (sekarang ini letaknya di belakang Hotel Sofyan). Bir Ali, yang juga menjadi pembunuh Ali Bajened bersama Kusni Kasdut di Jalan KH Wahid Hasyim, bernama lengkap Muhammad Ali. Dia mendapat gelar Bir Ali karena kesukaannya menenggak bir, ia tewas dalam tembak menembak dengan polisi.
Ia menjalani hukuman matinya didepan regu tembak pada 16 Februari 1980.

Dalam keterasingannya di penjara dan jauh dari orang-orang yang dicintai, ternyata sisi agamis Kusni Kasdut tumbuh semakin dalam. Apalagi ketika dia di penjara dan sebelum dieksekusi mati, dia sempat berkenalan dengan seorang pemuka agama Katolik.
Setelah berkenalan dengan pemuka agama tersebut, akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut setia. Kusni Kasdut dibaptis sebagai pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Kusni Kasdut.

saat menunggu hari eksekusi, dia menuangkan rasa cintanya terhadap agama yang telah dia anut dalam sebuah lukisan yang terbuat dari gedebog pohon pisang. dalam lukisan tersebut, tergambar dengan rinci gereja katedral lengkap dengan menara dan arsitektur bangunannya yang unik. dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di museum gerja katederal jakarta.

Saat – saat akhir hayatnya pada saat mau menghadapi regu tembak :
Keinginannya terakhir hanya ia mau duduk di tengah keluarganya.
Itu terpenuhi. Sembilan jam sebelum diantar pergi oleh tim
eksekutor, di ruang kebaktian Katolik di LP Kalisosok Kusni
Kasdut dikelilingi keluarganya: Sunarti (istri keduanya), Ninik
dan Bambang (anak dari istri pertama), Edi (menantu, suami
Ninik) dan dua cucunya, anak Ninik. Itulah jamuannya yang
terakhir-dengan capcai, mi dan ayam goreng. Tapi rupanya hanya
orang yang menjelang mati itu yang dengan nikmat makan.
Kusni, kemudian, memeluk Ninik. “Saya sebenarnya sudah tobat
total sejak 1976,” katanya, seperti direkam seorang
pendengarnya. “Situasilah yang membuat ayah jadi begini.
Sebenarnya ayah ingin menghabiskan umur untuk mengabdi kepada
Tuhan. Tapi waktu terlalu pendek. Ninik dan yang lain
menangis. “Diamlah,” lanjut ayahnya, “Ninik ‘kan sudah tahu,
ayah sudah pasrah. Ayah yakin Tuhan sudah menyediakan tempat
bagi ayah. Maafkanlah ayah.” Kedua cucunya, Eka dan Vera, mulai
mengantuk.

Ada sisi lain yang belum diketahui publik, kenapa Kusni Kasdut memilih menjadi perampok? Dia sangat kecewa dengan republik, utamanya para pejabat/penguasa pada waktu itu. Dia kecewa karena sebagai bekas tentara Heiho, dia merasa ditinggal dan tidak diperhatikan, gak dapat pensiun, padahal dia pernah berjuang untuk memerdekakan Republik Indonesia. Intinya dia merasa diperlakukan tidak oleh penguasa pada saat itu. Teman-teman dia banyak yang diangkat jadi polisi, tentara, dan lain-lain. Sementara dia cari pekerjaan sangat susah, akhirnya Kusni memutuskan menjadi penjahat sebagai balas dendam atas itu semua.

Kemampuan legendaris yang dia miliki adalah, Kusni Kasdut mampu melarikan diri dari penjara mana pun. Dia tercatat kabur dari penjara sebanyak tujuh kali. Sementara, Jack Masrene, salah seorang penjahat legendaris Perancis, tercatat berhasil kabur dari penjara sebanyak lima kali. Kusni Kasdut mengakhiri hidupnya di depan regu tembak, Jack Masrene mati diberondong di jalanan ketika hendak menyalakan mobilnya yang tengah parkir.

Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Manusia dan Penderitaan

Sekitar 30 anak-anak tewas dalam sebulan akibat kelaparan dan kelelahan saat menghindari perang dari Republik Afrika Tengah dengan menyeberang ke Kamerun, kata PBB, Jumat.
"Dalam bulan lalu, angka kematian di antara pengungsi anak-anak sangat tinggi," kata jurubicara badan pengungsi PBB Adrian Edwards di Jenewa.
Antara 14 April hingga 18 Mei sebanyak 29 anak-anak, termuda adalah bayi dan paling tua berumur sembilan tahun, tewas setelah menyeberang ke Kamerun, kata UNHCR.
Banyak pengungsi yang lari dari bentrokan berdarah di Republik Afrika Tengah harus bersembunyi di semak belukar selama berminggu-minggu tanpa makanan atau air bersih, dan tiba di Kamerun dalam kondisi sangat menyedihkan, katanya.
Sebagian besar anak-anak yang tewas tiba dalam kondisi kurang gizi dan sakit parah, kata Edwards, seraya menambahkan upaya untuk menyelamatkan mereka di pusat terapi makanan telah gagal. "Dehidrasi, hipotermia dan anemia akut menjadi penyebab utama kematian," katanya.
Menurut Badan Pangan Dunia, lebih dari seperempat anak-anak yang tiba di Kamerun dari Afrika Tengah menderita kurang gizi akut. "Itu diatas batas darurat sebanyak 15 persen," kata jurubicara WFP Elisabeth Byrs dan menggambarkan situasi tersebut sebagai situasi yang dramatis.
Berdasarkan atas data UNHCR, sekitar 85 ribu pengungsi tiba di Kamerun dari Afrika Tengah sejak Desember --80 persen di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak-- dan menyebar di 300 desa. Afrika Tengah terjebak dalam krisis sejak pemberontak Seleka yang sebagian besar Muslim mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada Maret 2013, namun kemudian digantikan oleh pemerintahan sementara pada Januari.
Namun pecahan kelompok pemberontak Seleka mulai melancarkan kampanye dengan pembunuhan, pemerkosaan serta penjarahan, sehingga memicu anggota mayoritas Kristen membentuk kelompok anti-balaka.
Kedua kelompok itu melancarkan aksi saling bunuh sehingga menewaskan ribuan orang dan hampir satu juta orang mengungsi, sebagian besar dari kelompok Muslim.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/05/24/n61dcu-duh-sekitar-30-anak-mati-kelaparan-di-afrika-tengah

Sabtu, 02 Mei 2015

Manusia dan Cinta kasih



Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, sinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalamsedangkan kasih merupakan pengungkapanuntuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.

Manusia tidak bisa hidup tanpa cinta dan kasih. Mereka hidup dengan memberi dan menerima perasaan tersebut. tanpa adanya cinta kasih di dalam diri seseorang maka bisa dibilang orang tersebut tidaklah hidup atau jasad hidup atau sesuatu yang tidak bisa merasakan kehidupan.
Nyatanya, timbal balik cinta kasih tersebut tidak hanya berlaku antara manusia dengan manusia melainkan makhluk lainnya pun bisa merasakan perasaan tersebut.

Berikut ini adalah contoh timbal balik cinta kasih antara manusia dengan seekor singa.
Christian adalah seekor singa yang menjadi korban kejahatan pemburu gelap yang kemudian diperdagangkan di blackmarket. Sedangkan nasib ibu dan saudara Christian tidak diketahui, apakah mereka juga tertangkap, mati terbunuh atau sudah dijual.

Pada tahun 1969, Anthony Bourke dan John Rendall, dua orang sahabat, terkejut ketika menemukan seekor anak singa berusia 6 bulan di took binatang Harrolds yang seang kesepian. Kondisi bayi singa itu  sungguh menyedihkan. Si singa kecil terkurung di dalam jeruji  yang sangat kecil. Suara parau sang seinga kecil menyentuh hati kedua pemuda ini dan lalu mereka membelinya dan memberikan nama Christian  pada bayi singa itu. mereka bertiga akhirnya tinggal di sebuah rumah di London.
Mereka pun memperlakukan Christian seperti layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, makan bersama, nonton bersama, dan jalan-jalan bersama. Mereka menjadi tiga sosok sahabat yang tak terpisahkan.

Sembilan bulan telah berlalu, Christian telah menjadi singa dewasa dan lingkungan rumah mereka tidak cocok lagi untuk Christian. Akhirnya Anthony dan Johnmemutuskan untuk mengembalikan Christian ke Kenya, Afrika, dibawah pengawasan ahli hewan buas untuk mengembalikan sifat alami Christian.

Selama beberapa bulan Christian dikarantina di Afrika, para ahli meminimalisir kontak Christian dengan manusia terutama dengan pemiliknya. Selama itu, kata pengawas, Christian tampak murung dan sedih. Berkali-kali ia mengaum parau. Meskipun Anthony dan John ingin sekali mengunjungi Christian tetapi para pakar melarangnya karena dikhawatirkan akan menghambat  proses pengembalian insting almiah  singa sebagai hewan liar yang bebas dan ganas.
Akhirnya Christian berhasil menemukan jati dirinya sebagai singa jantan. Ia pun dilepaskan ke alam bebas walaupun masih dipantau.

Setelah satu tahun lebih mereka terpisah, akhirnya John dan Anthony memutuskan untuk mengujungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan lindung di Afrika mengatakan bahwa Christian sudah hidup bersama singa-sunga lainnya dan menjadi liar dan tidak akan mengenali John dan Anthony. Namun mereka tidak peduli dan tetap menemui Christian di hutan Afrika.

Setelah berjam-jam pencarian, akhirnya mereka menemukan Christian di dekat daerah pegunungan. Kemudian Christian menuruni batu-batuan di sana dan berlari kea rah mereka. Sesuai dugaan John dan Anthony, Christian tidak melupakan mereka. Christian terlihat sangat gembira  melihat kedua manusia yang sangat dicintainya itu. Christian bergantian mencium dan memeluk  wajah John dan Anthony bertubi-tubi sebagaimana kebiasaannya ketika kecil. Ketiga sahabat itu akhirnya bertemu kembali  dan mereka bercengkerama satu sama lain selama berjam-jam dan kemudian berpisah lagi.
Dari kisah tersebut kita bisa melihat bahwa cinta dan kasih  bukan hanya milik kita manusia tetapi milik semua makhluk yang ada di dunia ini.

http://daw-xp.blogspot.com/2010/11/kisah-nyata-christian-seekor-singa-yang.html?m=1



Manusia dan Keindahan



Keindahan adalah suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati, keindahan dapat dinikmati melalui suatu karya. Dengan kata lain keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.
keindahan pada dasarnya adalah alamiah. alamiah artinya wajar tidak berlebihan dan tidak kurang.
Salah satu contoh pengimplementasiannya yaitu berupa karya seni.
berikut ini saya akan membahas tentang suatu keindahan yang tertuang dalam sebuah tarian,

TARI LUMENSE

Tari Lumense adalah tarian yang berasal dari daerah Bombana, Sulawesi Tenggara. Tari ini tepatnya berasal dari Tokotu’a, kabupaten Bombana kecamatan Sulawesi Tenggara. Arti lata lumense berasal dari Bahasa daerah setempat yang terdiri dari dua kata yakni ‘lume’ yang artinya ‘terbang’ dan ‘mense’ yang artinya ‘tinggi’. Sehingga lumense dapat diartikan terbang tinggi.
Awalnya tari Lumense ini dilakukan dalam upacara ritual pe-olia yaitu ritual penyembahan roh halus yang disebut kowonuano (penguasa negeri) dengan menyajikan aneka jenis makanan. Yang bermaksud agar kowonuano tersebut mengusir segala macam bencana.penutup dari ritual tersebu adalah menebang pohon pisang.
Simbol pohon pisang yang ditebang dalam tarian ini bermakna bencana alam yang dicegah. Saat ini, tari Lumense bukan lagi dianggap sebagai ritualakan tetapi masih dianggap memiliki nilai spiritual. Masyarakat setempat meyakini tari lumense adalah tari penyembuh.
Tari ini dilakukan oleh 12 orang perempuan, 6 orang berperan sebagai laki-laki dan 6 lainnya berperan sebagai perempuan.
Kostum yang digunakan penari adalah busana adat Tokotu’a atau Kabaena. Penari yang berperan sebagai perempuan memakai rok berwarna merah maron dan atasan baju hitam. Baju ini disebut dengan taincombo dengan bagian bawah baju mirip ikan duyung. Sedangkan penari yang berperan sebagai laki-laki memekai Taincombo yang dipadukan dengan selendang merah dan memakai korobi (sarung parang dari kayu) yang disandang di pinggang sebelah kiri.
Gerakan tarian ini diawali dengan gerakan maju mundur, kemudian bertukar tempat dan membentuk formasi huruf Z lalu berubah menjadi S, gerakan yang ditampilkan merupakan gerakan yang dinamis yang disebut moonami atau ibing.
Inti dari tarian ini adalah ketika para penari terus melakukan moonami kemudian menebas pohon pisang memakai parang hingga pohon pisang tersebut jatuh ke tanah.
Penutup dari tarian ini adalah para penari membentuk formasi setengah lingkaran sambal saling mengaitkan lengan lalu menggerakannya naik turun sambal mengimbangi kaki yang maju mundur.
Music dari tarian ini berasal dari alat music gendang dan gong besar yang disebut tawa-tawa dan gong kecil (ndengu-ndengu). Pengiring music berjumlah tiga orang penabuh sementara dalam memainkan tarian ini dibutuhkan beberapa anakan pohong pisang sebagai property pendukung.

http://www.dunia-kesenian.blogspot.com/2014/08/tari-lumense-daerah-bombana-sultra.html?m=1
http://www.budayaindonesia.net/2014/03/tari-tradisional-lumense-dari-sulawesi.html?m=1