Ketika kau terdesak dan tak punya apapun, harapan adalah senjata rahasia yang dianugerahkan Tuhan pada setiap manusia.
-Fahd Djibran-
Dalam bukunya yang berjudul "Curhat Setan (Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya)", Fahd Djibran menuliskan bahwa harapan ternyata serupa candu yang tak pernah tuntas. seperti tujuan yang selalu ada di stasiun berikutnya. Barangkali, masih ada harapan. Barangkali? Ya, "barangkali".
Seorang Ayah pergi sejak pagi buta demi mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun kemarin dia sudah puluhan kali ditolak sana-sini, barangkali hari ini ada harapan, pikirnya.
Harapan serupa cahaya dalam kegelapan. bahkan ketika kita terpuruk dan putus asa, kita masih bisa melanjutkan hidup dengan terus melihat ke arah cahaya tersebut. menjaga pikiran kita untuk tetap waras.
Mengapa seseorang kecewa? karena kenyataan yang ia hadapi tak sesuai dengan apa yang ia harapankan. Benar, terkadang kita menginginkan A ternyata yang terjadi justru B. Kau berharap hari ini langit cerah karena kau memiliki janji dengan teman di kebun binatang, ternyata yang terjadi justru hujan lebat disertai guntur yang sepertinya tidak akan segera reda. kau kecewa dam marah kemudian mulai menyalahkan Tuhan. keesokan harinya kau mendengar kabar bahwa kemarin di kebun binatang yang ingin kalian kunjungi itu ada beruang lepas yang mengamuk dan melukai beberapa pengunjung. saat itulah kau akan merasa begitu bersyukur, 'untung aku tidak jadi pergi kemarin, kalau tidak apa yang akan terjadi?', 'Tuhan sudah menyelamatkanku'. Kurang lebih seperti ini, Tuhan tidak mewujudkan harapan bukan berarti DIA tidak menyayangi kita atau bersikap tidak adil, melainkan untuk melindungi kita dari harapan itu sendiri karena terkadang manusia tidak mengetahui apa yang ia harapkan dan resiko yang akan ditanggungnya. Bukan berarti kita tidak boleh berharap, tapi apabila yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan itu, percayalah bahwa itu yang terbaik dari Tuhan yang pantas kita dapatkan.
Ya, harapan memang seperti kata-kata yang tak pernah memberi kepastian. Tapi, semisterius apapun ia berada, harapan tetaplah sebuah destinasi yang nyata. Ia ada, dan siapapun yang menempuh jalan ke arahnya, suatu saat akan sampai.
Bila hari ini kau kecewa, sedih atau merasa tak berarti apa-apa, tenanglah, tarik napasmu, barangkali besok masih ada harapan.
Bila Tahun ini mimpi-mimpimu, cita-citamu, keinginanmu belum tercapai, bila kau masih merasa tak pasti, tenanglah barangkali beso masih ada harapan.
Bukankah hanya harapan yang bisa membuatmu tetap bertahan? Tenanglah. Tarik napasmu. Besok masih ada harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar