Rabu, 15 November 2017

Membangun Motivasi Diri

Motivasi diri..
Bagiku, orang yang cenderung menunda-nunda mengerjakan segala hal, motivasi adalah hal yang jauh.  Seperti sesuatu yang berada di ujung yang berlawanan dari tempatku berdiri. Masih ada hari esok, nanti saja, istirahat dulu dari jam segini sampai jam segitu, o iya belum cek twitter, facebook, instagram, dan lain-lain dan lain-lain, dan akhirnya? Wush! waktu berlalu dengan sia-sia. Lagi. Sedangkan tugas-tugas yang tertunda atau ditunda itu membesar dan membesar dan mengejarku tanpa ampun. Ya, kewajiban adalah kewajiban. Meskipun kau pikir kau telah meninggalkannya, ternyata dia berjalan lebih cepat dari dugaanmu, saat kau sadar, dia sudah ada di sana, duduk manis di tempat yang kau tuju – Menunggumu.  

Terkadang aku berpikir menjadi pohon lebih menyenangkan. Tidak melakukan apa-apa, tidak memikirkan apa-apa. Atau menjadi kucing, bermalas-malasan seharian tanpa merencanakan bagaimana hidupnya besok dan tetap terlihat bahagia. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Aku adalah aku dan takdirku adalah menjadi manusia. Sedangkan pada umumnya, manusia dituntut untuk merangkai masa depan yang “sukses”. Ya, tentu saja sukses itu relative. Tapi sepertinya standar umum sukses adalah memiliki pekerjaan yang hebat dan uang yang banyak. Aku juga ingin hidup seperti itu tentu saja, jika itu pilihan. Dan ya, aku juga kadang-kadang memikirkan masa depanku. Mungkin itu salah satu motivasi diriku? Memastikan di masa depan aku masih memiliki tempat berteduh yang hangat, pakaian yang layak, serta perut yang kenyang saat tidak ada lagi orang-orang yang menyayangiku.

Bicara tentang orang-orang yang menyayangiku, dan tentu saja kusayangi. Mereka adalah pasti motivasi terbesarku. Itu pasti. Mereka yang mendorongku untuk terus maju meskipun langkahku lamban dan berat. Mereka akan terus mendukungku meskipun aku seperti tidak punya harapan dan putus asa. Mereka tidak menuntut, karena mereka menerimaku apa adanya. Jika diibaratkan, mereka adalah peluit. Saat aku mulai bermalas-malasan, Priittt!! Priittt!! Saat aku mulai melenceng ke arah yang salah, Priittt!! Priittt!! Pokoknya, Priittt!! Priittt!! Membuatku tetap sadar dengan langkahku. Memastikan aku sadar mereka ada di sana untukku. Hal itu yang membuatku tenang. Dan dalam hal ini aku tidak akan bersedia menggantikan posisiku dengan kucing manapun di dunia.

Aku ingin menjadi sesuatu yang lebih baik lagi daripada ini. Membuat orang-orang itu bangga memilikiku. Mereka adalah motivasiku.
Selain itu, di dunia ini tentu saja banyak orang-orang hebat yang cerita hidupnya membuatku termotivasi. Mulai dari tokoh yang nyata sampai tokoh-tokoh fiksi dalam film atau dongeng. Sudut pandang mereka tentang sesuatu, cara mereka menanggapi masalah, serta solusi yang diberikan. Pengalaman mereka membuatku belajar, dan belajar membuatku dewasa. Mereka selalu yakin dengan langkah yang mereka ambil meskipun terlihat tidak biasa dan berbahaya. Mereka selalu memiliki tujuan yang pasti untuk dicapai. Seringkali mereka mencapainya. Tapi jikapun tidak, maka tidak apa. Mereka sudah berusaha, sehingga tidak ada penyesalan. Aku juga ingin menjadi seperti itu.

Tapi motivasi terbaik adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri, bukan? Jadi, dirimu sendirilah alasan motivasi itu muncul. Motivasi yang tujuannya adalah untuk kesejahteraan lahir batinmu tanpa orang lain terlibat. Karena jika alasan motivasi itu muncul adalah orang lain, jika suatu saat mereka hilang atau mengecewakanmu, maka motivasi yang mereka bawa juga akan pergi. Tapi dirimu, kau tidak akan bisa kehilangannya. Meskipun jika kasusnya amnesia, atau tiba-tiba buta, atau kehilangan semua indra, kau tetaplah kau. Aku tetaplah aku. Kita tidak bisa kehilangan sesuatu yang melekat permanen seumur hidup.

Aku ingin menjadi berani pada keputusan apapun yang kuambil. Lagipula kemungkinan terburuk dari semua keputusan adalah mati, kan? Jadi, hal paling penting di dunia ini adalah hidup. Selama aku masih hidup maka aku harus memiliki tujuan, dan jika aku memiliki tujuan aku harus melewati jalan untuk sampai. Meskipun jalan itu tidak mulus dan terlihat sangat sulit. Karena hal terburuk sekalipun pasti akan berlalu.

Begitupun denganmu. Jika saat ini kau sedang bersedih karena hidupmu terasa berat, dan masalah seakan tidak pernah berhenti menerpamu, berhentilah sebentar dan hela nafasmu. Karena ini pun akan berlalu. dan jika kau masih hidup, teruslah memiliki tujuan, teruslah memiliki motivasi. Bisa jadi, motivasi dan tujuan itu sendirilah yang membuatmu tetap hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar