Sekitar 30 anak-anak tewas dalam sebulan akibat kelaparan dan
kelelahan saat menghindari perang dari Republik Afrika Tengah dengan
menyeberang ke Kamerun, kata PBB, Jumat.
"Dalam bulan lalu, angka kematian di antara pengungsi anak-anak
sangat tinggi," kata jurubicara badan pengungsi PBB Adrian Edwards di
Jenewa.
Antara 14 April hingga 18 Mei sebanyak 29 anak-anak, termuda adalah
bayi dan paling tua berumur sembilan tahun, tewas setelah menyeberang
ke Kamerun, kata UNHCR.
Banyak pengungsi yang lari dari bentrokan berdarah di Republik
Afrika Tengah harus bersembunyi di semak belukar selama
berminggu-minggu tanpa makanan atau air bersih, dan tiba di Kamerun
dalam kondisi sangat menyedihkan, katanya.
Sebagian besar anak-anak yang tewas tiba dalam kondisi kurang gizi
dan sakit parah, kata Edwards, seraya menambahkan upaya untuk
menyelamatkan mereka di pusat terapi makanan telah gagal. "Dehidrasi,
hipotermia dan anemia akut menjadi penyebab utama kematian," katanya.
Menurut Badan Pangan Dunia, lebih dari seperempat anak-anak yang tiba
di Kamerun dari Afrika Tengah menderita kurang gizi akut. "Itu diatas
batas darurat sebanyak 15 persen," kata jurubicara WFP Elisabeth Byrs
dan menggambarkan situasi tersebut sebagai situasi yang dramatis.
Berdasarkan atas data UNHCR, sekitar 85 ribu pengungsi tiba di
Kamerun dari Afrika Tengah sejak Desember --80 persen di antaranya
merupakan perempuan dan anak-anak-- dan menyebar di 300 desa. Afrika
Tengah terjebak dalam krisis sejak pemberontak Seleka yang sebagian
besar Muslim mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada Maret 2013,
namun kemudian digantikan oleh pemerintahan sementara pada Januari.
Namun pecahan kelompok pemberontak Seleka mulai melancarkan kampanye
dengan pembunuhan, pemerkosaan serta penjarahan, sehingga memicu
anggota mayoritas Kristen membentuk kelompok anti-balaka.
Kedua kelompok itu melancarkan aksi saling bunuh sehingga menewaskan
ribuan orang dan hampir satu juta orang mengungsi, sebagian besar dari
kelompok Muslim.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/05/24/n61dcu-duh-sekitar-30-anak-mati-kelaparan-di-afrika-tengah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar